4 Fakta Menarik tentang Kaos Kaki

4 Fakta Menarik tentang Kaos Kaki

Ema Aprilisa
Thursday, 10 November 2016, 19:30:00 5905 0

Kaos kaki merupakan salah satu aksesoris pakaian untuk kaki yang berfungsi melindungi kaki dari lecet atau gesekan, menghangatkan kaki, serta menyerap keringat berlebih pada kaki. Barang yang kerap dipakai saat ke sekolah, kantor ataupun saat berolaharaga ini biasanya terbuat bahan yang lembut dan tebal seperti wool, nilon, dan katun.

Saat ini, orang tidak hanya melihat kaos kaki sebagai kebutuhan, tapi juga memanfaatkan aspek keindahannya untuk melengkapi penampilan. Tapi tahukah kalian, banyak hal-hal umum tentang kaos kaki yang sering kamu dengar ternyata tidak semuanya benar lo, berikut ini faktanya.

Kaos Kaki Bukan Penyebab Bau Kaki

Meskipun identik dengan penyebab bau pada kaki, sebenarnya kaos kaki bukan biang keladinya. Kaos kaki berfungsi menyerap keringat dan kelembaban pada saat dipakai, sedangkan penyebab bau kaki sebenarnya adalah bakteri yang berkembang akibat kondisi lembab saat kaki terbungkus sepatu dalam waktu lama. Kondisi kaos kaki yang sudah lembab ini, apabila tidak diganti secara rutin tentu akan menimbulkan bau. Oleh karena itu kaos kaki sebaiknya diganti setiap hari, agar kebersihan kaki dapat terjaga.

Kaos Kaki adalah Barang Mewah

Pada awal pemakaiannya, kaos kaki termasuk salah satu barang mewah yang hanya digunakan oleh kaum bangsawan. Kaos kaki sudah digunakan sejak abad ke-8 sebelum masehi oleh bangsa Yunani. Pada masa itu, kaos kaki umumnya terbuat dari bulu binatang. Bangsa Romawi lah yang mulai mempopulerkan kaos kaki dari paduan kulit dan bulu binatang. Pada perkembangannya, orang-orang  di Eropa mulai membuat kaos kaki dari bahan yang bisa menghangatkan pemakainya seperti wool, beludru, bahkan sutera karena fungsi utama pembungkus kaki ini awalnya adalah sebagai penahan dingin.

Kaos Kaki Hitam Dulunya adalah Simbol Kematian

Berawal dari peristiwa kematian Pangeran Albert, suami Ratu Victoria pada 1861, kaos kaki hitam menjadi simbol untuk memperingati hari kematiannya. Kaos kaki hitam harus dipakai oleh kaum laki-laki sebagai penghormatan atas kesedihan sang Ratu. Oleh sebab itu, kaos kaki hitam menjadi ciri khas kaum pria Eropa hingga abad ke 19. Pada perkembangannya, penggunaan kaos kaki hitam ini tidak lagi menjadi tanda kesedihan dan menjadi pelengkap penampilan formal bagi pria.

Kaos kaki Mulai Melengkapi Tren Fashion Sejak Tahun 1900an

Mulai dari ditemukannya mesin rajut oleh William Lee pada 1589 dan semakin berkembangnya bahan kaos kaki seperti dari katun dan nilon, pembungkus kaki ini mulai diproduksi secara masal. Fungsi kaos kaki juga meluas, tidak hanya sebagai penghangat kaki dengan bentuk seperti kantung dan berwarna polos. Pada tahun 1920, kaos kaki yang dibuat sampai sebatas pergelangan kaki atau dikenal dengan sebutan ankle socks mulai dipakai wanita dan dipolulerkan sebagai bentuk kaos kaki yang cocok untuk olahraga seperti tennis atau golf.

Sekitar tahun 1927, produk dengan renda pada bagian atas juga ikut mewarnai bantuk kaos kaki yang semakin baragam. Pola belah ketupat atau yang akrab dengan sebutan argyle sock juga mulai diperkenalkan sebagai salah satu kaos kaki berpola untuk kaum pria oleh desainer asal Argyll di Skotlandia Barat. Sejumlah bentuk dan pola kaos kaki yang berkembang sejak tahun 1900 ini menjadi bukti bahwa kaos kaki mulai dipandang sebagai aksesoris untuk mendukung penampilan berbusana, bukan hanya sekedar alat penghangat kaki.

Foto: Pinterest // dotoly

Last Editor : Khairiyah Sartika
Komentar
-TERPOPULER-