Masih Bermasalah dengan Tidur? Coba Beberapa Tips Ini

Masih Bermasalah dengan Tidur? Coba Beberapa Tips Ini

alif hudanto
Monday, 30 January 2017, 21:56:53 1661 0

Saran untuk mandi sebelum waktu tidur atau tidak makan setelah jam 6 sore sering kita temukan. Terutama bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur, saran tersebut menjadi saran yang paling sering muncul. Kadang saran tersebut manjur, tapi ternyata saran tersebut tidak bekerja pada 70 orang Amerika yang menderita kelainan tidur.

Direktur program riset tidur dan kesehatan di University of Arizona College of Medicine menyatakan bahwa saran-saran tersebut bisa saja mencegah tapi tidak mengobati. Jika sudah mengalami kelainan, maka si penderita membutuhkan bantuan.

Berikut adalah tips pengobatan kelainan tidur dari time.com,

Mengontrol Pemicu Tidur

Kebanyakan orang "nunggu ngantuk" sambil nonton TV atau baca – yang keduanya tidak berhubungan dengan tidur. Cobalah formula "kasur = tidur." Trik ini bertujuan agar tubuh terbiasa untuk tidur hanya ketika berada di kasur. Beberapa orang akan merasa kurang tidur di minggu pertama terapi ini karena beberapa kali bangun. Tapi itu adalah bagian utama dari terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) yang targetnya adalah pikiran dan perilaku untuk kualitas tidur lebih baik.

Membatasi Tidur

Dalam terapi ini, penderita insomnia tidak boleh tidur dalam durasi tertentu saat berada di kasur. Bayangkan untuk tidur kurang lebih delapan jam dalam semalam, tapi hanya bisa tidur lima jam, dan tiga jam tetap terjaga. Mengurangi waktu di kasur akan menyebabkan kurang tidur dan akan membantu penderita merasa lebih lelah di malam berikutnya. Dengan begitu, kualitas tidur akan meningkat termasuk waktu yang dihabiskan di kasur. Jangan lakukan terapi ini tanpa pengawasan dokter karena ada efek sampingnya.

Niat yang Berlawanan

Jika ingin tidur, jangan berpikir untuk tidur. Tapi cobalah berpikir untuk tetap bangun. Menghilangkan stres dan frustasi dapat membuat tubuh lebih santai.

Biofeecback

Seorang spesialis tidur pernah menghubungkan seseorang pada sebuah alat yang dapat menampilkan kondisi detak jantung, gelombang otak, dan pola napas. Dengan begitu, kita bisa melatih diri untuk melambatkan ketiga tanda biologis tersebut untuk dapat tidur.

Tidur Polifasik

Pola pikir dasarnya adalah manusia tidak tidur dalam jangka waktu yang lama secara utuh. Kadang untuk memenuhi kebutuhan tidurnya, manusia ada tidur siang kemudian dilanjutkan dengan tidur malam. Bahkan tidur di malam hari bisa terbagi jadi dua atau tiga bagian. Beberapa orang tidur lebih awal kemudian bangun dan mengerjakan tugas atau pekerjaan lain kemudian melanjutkan tidur setelah pekerjaan selesai. Pola tidur demikian bisa jadi menguntungkan dan termasuk pola yang normal.

Tantangan Berpikir

Beberapa orang yang masih terjaga di malam hari sering membuat pola pikir seperti ini “Jika tidak segera tidur maka esok hari akan terjadi sesuatu yang tidak baik.” Cara menentang pola pikir tersebut adalah bertanya ke orang lain sudah berapa lama kita melakukan itu.

Meditasi

Bersantai dengan meditasi dan latihan pernapasan akan membantu tubuh siap istirahat. Meditasi – yang menekankan pada napas dan memikirkan kondisi saat ini – telah dikaitkan dengan sejumlah perbaikan kesehatan yang berbeda dan para ahli berpendapat bahwa meditasi ini dapat digunakan untuk gejala insomnia juga.

Ayo, dicoba! 

Last Editor : Sarah Christiani
Komentar